Sosialisasi SNI Luminer oleh PT. Sucofindo

Sosialisasi SNI Luminer diselenggarakan oleh PT. Sucofindo di Jakarta (19/06/2019)

Pada tanggal 19 Juni 2019 PT. Sucofindo mengundang produsen dan importir lampu untuk menghadiri acara sosisalisasi SNI 60598 Luminer di Jakarta.  Dalam kesempatan itu, pengurus dan beberapa anggota GAMATRINDO hadir. Pembukaan acara dilakukan oleh M Haris Witjaksono, Direktur Komersil II PT. Sucofindo. Maksud dan tujuannya untuk mendapatkan pemahaman tentang permasalahannya terkait penerapan SNI Luminer secara wajib.

Nara sumber lain adalah dari Ditjen.Ketenagalistrikan, Kasubdit Standardisasi, Wahyudi Joko Santoso dan Kasi. Pengawasan. Ear Marison. Dalam pemaparannya disampaikan antara lain bahwa sesuai dengan proram Nasional Regulasi Teknis, maka Kemen ESDM mempunyai program untuk menerapkan SNI secara wajib untuk Luminer Rantai Cahaya SNI IEC 60598-2- 20:2012 Luminer-Bagian 2-20: Persyaratan khusus – Rantai Cahaya (IEC 60598- 2-20:2010 IDT) dan Luminer Lampu Tidur SNI IEC 60598-2- 12:2016 Luminer –Bagian 2-12: Persyaratan khusus – Lampu tidur dipasang pada kotak kontak instalasi listrik (IEC 60598-2-12:2013, IDT, Eng). Pada kesempatan tanya jawab dan bincang-bincang dengan peserta ada beberapa catatan yang didapat pada acara tersebut.

Sejak penerbitan Permen ESDM No. 2 tahun 2018,sampai saat acara tersebut ternyata masih banyak peserta khususnya importir yang tidak mengetahui ruanglingkup atau jenis-jenis luminer lampu yang termasuk kedalam SNI Luminer yang wajib menggunakan tanda SNI. Sehingga beberapa peserta menghendaki agar dalam acara tersebut dijelaskan sejelasnya jenis- jenis lampu yang dimaksud. Pihak Pemerintah dalam hal menyerahkan kepada peserta untuk berkonsultasi dengan pihak LSPro, karena waktu yang terbatas. Dilain hal, efektifitas penerapan secara wajib SNI Luminer masih dipertanyakan, karena masih dengan mudah ditemui downlight model terbaru dari merek terkenal beredar dipasar tanpa tanda SNI.

Belum ada solusi yang terbaik selain harus impor, terkait dengan permasalahan keharusan penggunaan kabel berlapis karet agar sesuai SNI Luminer. Sementara itu, berdasarkan pengalaman anggota GAMATRINDO sudah tidak ada lagi kabel berlapis  karet yang beredar dipasar dalam negeri. Semua kabel listrik di pasar domestic harus sesuai SNI Kabel berlapis PVC yang sudah diterapkan secara wajib. Sesuai catatan dalam SNI Luminer, bahwa antara lain untuk negara Jepang dan Australia dapat menggunakan kabel PVC.

Pemerintah melalui Kemen ESDM melalui program nasional regulasi teknis akan menerapkan SNI Luminer rantai cahaya dan luminer lampu tidur. Diidentifikasi terdapat 25 jenis Luminer. Namun demikian perlu juga diingatkan kepada Pemerintah, bahwa Pemerintah telah menerbitkan UU No.20 Tahun 2014 tentang Stadardisasi dn Penilaian Kesesuaian dan PP No.34 tahun 2019 tentang Sistem Standardisasi Dan Penilaian Kesesuaian Nasional , yang mengamanahkan bahwa penerapan SNI secara wajib harus mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan dunia usaha nasional. Oleh karena itu, diharapkan agar Pemerintah tidak mengulangi kesalahan dalam penerapan SNI Luminer secara wajib sesuai Permen ESDM No.2 tahun 2018,  yaitu dengan mengabaikan kemampuan dan kesiapan industri dalam negeri sebagai pihak yang pertama terkena dampaknya.

Sampai saat masih tanda tanya dari pelaku usaha tentang kewenangan penerbitan kebijakan penerapan secara wajib SNI antara Kemen ESDM dan Kemenperin. Kemen ESDM berpegang kepada UU. No.30 tahun 2009 tentang Kelistrikan bahwa semua Pemnafaat Listrik termasuk ruang lingkup Kemen ESDM, semantara itu, Kemenperin sebagai pembinan industri menjadi phak pertama yang dimintai pertanggung jawabakn  perkembengan industri nasional apapun oleh pihak manapun.

Sebagai pelaku usaha kegiatan yang dilaksanakan oleh PT.Sucofindo sangat bermanfaat, seyogyanya kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah untuk memperoleh pemahaman yang sama segala macam permasalahan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan penerbitan Permen No.2 tahun 2018 sampai saat ini yang belum efektif. Agar pelaku usaha mendapatkan pemahaman dan kepastian usaha dalam kondisi iklim usaha saat ini. Semoga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *