worskshop AHTN 2022 di Bogor.

salahsatu nara sumber sedang presentasi di workshop AHTN 2022, Bogor. (27/06/2019)

Dalam rangka penyusunan usulan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) 2022, Kemenperin mengundang industri elektronika termasuk anggota GAMATRINDO untuk melakukan pembahasan dalam workshop pada tanggal 27 Juni 2019 di Bogor. Acara dibuka oleh wakil dari Dit. Industri Elektronika dan Telematika dengan nara sumber wakil dari Ditjen Bea dan Cukai serta wakil Ditjen. KPAII, Kemenperin.

Harmonized Commodity Description and Coding System yang lebih popular dengan istilah Nomor HS, telah diterapkan sejak tahun 1988. World Customs Organization merupakan badan dunia yang mengendalikan nomor HS tersebut dan telah digunakan oleh 211 negara. Setiap lima tahun sekali selalu dilakukan perbaikan dan untuk HS 2022 merupakan revisi yang ke enam, yang akan diterapkan mulai 1 Jannuari 2022.

Secara global HS terdiri dari 6 digit dan untuk AHTN dikembangkan menjadi 8 digit.  Selanjutnya oleh Indonesia akan dituangkan kedalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Terkait dengan program AHTN 2022 ini,  GAMATRINDO pada tanggal 6 September 2018 telah berkirim surat kepada Direktur Industri Elektronika dan Telematika dengan mengusulkan agar ada perbedaan nomor HS untuk lampu konvesional dengan lampu LED. Demikian pula agar dapat dibedakan antara lampu swaballast LED dengan module LED.  Dalam acara workshop tersebut baik wakil dari Kemenperin maupun wakil dari Bea & Cukai secara garis besar telah memahami apa yang dimaksud dengan usulan GAMATRINDO. Sehingga usulan tersebut akan ditindak lanjuti dengan pembahasan bersama negara anggota ASEAN.

Sesuai dengan program kerja penyusunan AHTN oleh Lembaga yang disebut TSWGC, maka pembahasan sudah dimulai pada bulan Juli 2019 untuk Bab 1 sampai dengan Bab 29 di Brunei Darussalam dan seterusnya. Sedangkan terkait dengan produk lampu yang termasuk Bab. 85, akan dilakukan pembahasan oelh TSWGC pada Juni 2020 yang akan membahas Bab. 85 sampai dengan Bab.97 di Singapur. Program AHTN akan diakhiri dengan pelatihan persiapan untuk penerapan pada bulan Pebrurai 2021 di Kamboja. Untuk itu,  dalam rangka persiapan bahan dan pematangan materi, maka Dit. Eletronika dan Telematika akan melakukan pembahasan per kelompok komoditi dan asosiasi dalam waktu dekat.

Oleh karenanya, pengurus GAMATRINDO juga akan mempersiapkan bahan dengan harapan mendapat masukan dari para anggota GAMATRINDO. AHTN salah satu cara agar diantara negara ASEAN dapat saling melengkapi tidak hanya memandang Indonesia sebagai pasar utama bagi negara ASEAN lainnya. Sehingga secara internal kekompakan antara berbagai pihak sangat diperlukan agar diperoleh hasil yang optimal.

Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *