Diskusi dengan tim peneliti dari BSN

Berdiskusi dengan tim BSN tentang penerapan standar di kantor GAMATRINDO Tebet (4/7/2019)

Pada tanggal 4 Juli 2019 tiga orang peniliti dari BSN melakukan kunjungan ke kantor GAMATRINDO di Tebet dan diterima oleh pengurus harian GAMATRINDO. Tujuan kunjungan adalah sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan FGD masalah standardisasi di Jakarta dengan penyelanggara BSN. Dalam rangka lebih memperdalam hasil FGD tersebut, maka  tim peneliti BSN yang menggali lebih lanjut informasi.

Standar bukan suatu hal yang menakutkan, akan tetapi penerapan standar secara wajib yang tidak efektif hanya menjadi beban bagi industri dalam negeri. Pada saat ini standar bukan lagi alat untuk menghambat impor, karena industri lampu dalam negeri hanya pengguna teknologi. Semua komponen lampu masih sangat tergantung impor, jadi negara asal impor sudah menjadi negara yang menguasai teknologi. Sehingga apapun standar yang diterapkan bukan menjadi masalah untuk dipenuhi. Apalagi negara Tiongkok sudah menjadi pemasok dunia untuk lampu, hampir semua merek terkenal sampai merek yang abal-abal pun dapat diproduksi, dengan kapasitas besar. Ditambah dengan kebijakan Pemerintahnya yang secara penuh mendukungnya lewat berbagai kebijakan  agar mampu menembus pasar global.

Penerapan secara wajib saat ini di Indonesia hanya menguntungkan dari sisi konsumen saja, meskipun masih banyak konsumen yang mempertimbangkan harga murah. Iklim usaha yang kondusif, dimana semua pihak yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam regulasi standar sangat dibutuhkan dukungan dan komitmennya. Dukungan dan komitmen untuk berpihak kepada industri dalam negeri yang telah menciptakan lapangan perkerjaan, kontribusi dalam pendapatan negara, serta  dampak berganda lainnya.

Dengan  kedatangan tim peneliti dari BSN tersebut diharapkan secara bertahap semua pihak yang berkepentingan  dengan standar akan memiliki pemahaman yang sama terhadap dampak apabila standar diterapkan secara wajib tanpa mempertimbangkan kesiapan industri dalam negeri. Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *