Prospek Lampu LED

Sejak berdiri tahun 1920 PennWell, sebuah lembaga riset pasar berlokasi di Oklohoma Amerika Serikat, selalu memberikan data-data untuk pengembangan perusahaan secara komprehensif bagi strategi pemasaran global. Salah satu hasil kajiannya adalah tentang proyeksi pasar lampu LED untuk berbagai kegunaan, antara lain bidang arsitektur, entertainment, display, perumahan, industri, solar sel, dsb.                                                                    graph                                                                                                         Sumber: PennWell

Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa berdasarkan negara tampak sekali Tiongkok dengan kekuatan pasar domestiknya menjadi leader pengembangan  lampu LED, jauh meninggalkan negara-negara lain. Oleh karenanya tidak mengherankan bila industri lampu Tiongkok telah menumbangkan pemain besar industri lampu. Berdasarkan data dari studi lembaga Market and Research internasional lainnya, karena gempuran produksi lampu Tiongkok yang sudah merambah pelosok dunia, maka pelaku usaha besar kelas dunia berniat mulai meninggalkan bisnis lampu. Dari proyeksi PennWell tampak pertumbuhan LED dunia mencapai 11 % /tahun dan diproyeksikan mencapai 1,7 milyar lampu LED pada tahun 2018.  Tiongkok menguasai sekitar 35% pasar dunia dengan 600 juta lampu LED diikuti  Jepang sebagai sebuah negara dengan jumlah penduduknya 128 juta mampu menempati tempat kedua dengan sekitar 110 juta lampu. Kemudian diikuti negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

Semenjak ilmuwan Jepang, Shuji Nakamura dan Hiroshi Amano sebagai pemenang hadiah Nobel bidang fisika untuk penemuan blue light-emitting diodes pada tahun 2014, maka sejumlah taman di Jepang mulai dipasang ribuan bahkan sampai jutaan lampu LED untuk lebih menarik turis. Sehingga Jepang termasuk menjadi Negara tercepat dalam pengembangan lampu LED dan pada tahun 2014 lalu penetrasi pasar lampu LED di Jepang mencapai 71,6% . Hal tersebut sebagai wujud keberpihakan pemerintah Jepang atas keberhasilan anak bangsa nya dalam keilmuan tingkat dunia dan dalam hal penggunaan produksi dalam negeri negara Jepang sampai saat ini patut diacungi jempol dan perlu ditiru.

Salah satu yang mendorong pemakaian lampu lED antara lain harga lampu LED yang relative stabil dan semakin murah, sehingga dari suatu studi bahwa bagi negara Jepang untuk penetrasi pasar 100% dapat tercapai pada tahun 2020.

Bagaimana dengan industri dalam negeri.

Pasar negara kita telah menjadi pertimbangan utama produsen lokal maupun asing untuk berebut konsumen lokal dengan berbagai macam cara. Merek-merek terkemuka dengan kelebihan dana promosinya dengan sangat agresif  telah sedikit demi sedikit menanamkan kepercayaan kepada konsumen lokal tentang kualitas lampu LED yang dibuatnya. Sementara itu, produsen lokal yang mempunyai keunggulan lebih mengetahui  karakter konsumen dalam negeri secara meyakinkan juga turut unjuk gigi tentang kualitas lampu LED dan harga yang terjangkau masyarakat luas. Sehingga pada saat ini, persaingan didalam pasar domestik untuk lampu LED semakin tajam. Mereka yang tahan terhadap persaingan harga dari produk impor khususnya Tiongkok,  maka merekalah yang akan bertahan.

Teknologi lampu LED yang masih terus berkembang, sehingga mampu menawarkan berbagai alternative pilihan bagi masyarakat luas. Mulai dari berbagai bentuk dan desain lampu, berbagai tingkat pencahayaannya, berbagai umur lampu, harga yang dapat disesuaikan, dari mutu yang biasa-biasa saja sampai mutu yang premium telah beredar dan ditawarkan melalui promosi langsung maupun dengan memanfaatkan teknologi digital. Persaingan yang dapat mengancam terhadap indutsri nasional adalah beredarnya lampu LED illegal dan lampu LED yang setengah illegal. Sementara status industri lokal masih dapat dikategorikan sebagai infant industry sehingga ibarat bayi masih banyak dibutuhkan dukungan kebijakan yang berpihak kepada potensi industry dalam negeri. Ketidaktersediaan komponen di dalam negeri juga berdampak pada ketergantungan impor komponen, yang secara realita tidak ada komponen yang tidak dapat dibuat di Tiongkok. Upaya penumbuhan industri komponen di dalam negeri terkendala dari aspek ke-ekonomian. Tingkat resiko yang tinggi dalam membangun industri komponen dan belum ada dukungan yang kuat dari pemerintah dalam membangun iklim usaha yang efektif, dapat mengurangi minat pelaku usaha. Pada saat ini industri perakitan lampu saja belum sepenuhnya didukung oleh semua pihak yang berkepentingan. Industri masih merasakan dibiarkan untuk berjuang sendiri. Lain hanya dinegara Tiongkok, karena menyangkut penciptaan lapangan pekerjaan pemerintah Tiongkok selalu dirasakan keberpihakan dan keberadaannya oleh pelaku usaha. Dengan semangat Kabinet kerja Presiden Joko Widodo yang sudah 5 bulan harapan perbaikan  masih ada.