Jalan-jalan ke pabrik LED terpadu dan “Glodok”nya lampu LED.

Jalan-jalan ke pabrik LED terpadu dan “Glodok”nya lampu LED.

Pada kesempatan penulis dan pengurus GAMATRINDO, yang boleh disebut tim, mengunjungi salah satu stand peserta pameran Guangzhou International Ligthing Exhibition 2015 yaitu Nationstar. Tertarik dengan apa yang dipamerkan oleh perusahaan tersebut, maka tim meminta ijin untuk dapat melihat secara langsung pabrik dan proses pembuatan lampu LED yang ditawarkan. Akhirnya pada tanggal 11 Juni 2015 penulis bersama pengurus GAMATRINDO diterima dengan terbuka oleh wakil perusahaan dilokasi pabrik yang terletak di daerah Foshan, Guangdong, kira-kira perjalanan 1 jam dari Guangzhou.

thumb_TOT_3947_1024
Pertama yang menarik adalah keterbukaan perusahaan terhadap pengunjung asing yang baru dikenal, menghapus anggapan penulis selama ini tentang ketertutupan perusahaan Cina. Ternyata sejarah berdirinya Nationstar yang melatar-belakanginya. Berawal dari tahun 1969 sebagai perusahaan kecil milik negara dengan nama Foshan Semiconductor Material Factory, yang dibangun bersamaan waktu pada Era Rencana Pembangunan Ekonomi 1969-1980. Namun demikian pada tahun 1976 sudah menunjukkan prestasi, menjadi perusahaan pertama di Cina yang mampu meluncurkan produk GaAsP LED chips dan Lampu LED. Keberhasilan tersebut tentunya berkat dukungan kuat pemerintah kepada perusahaan negara yang dibangunnya.

thumb_TOT_3948_1024

Keberhasilan dilanjutkan pada Masa Reformasi dan Keterbukaan 1981-1998, yaitu Nationstar mulai membuka diri dan membangun kerjasama dengan Sanyo Electric Japan,  sehingga berkembang menjadi OEM manufacturer. Akhirnya pada tahun 2002 perusahaan berubah menjadi private company. Kesuksesannya berlanjut dimana sejak tahun 2010 menjadi perusahaan yang pertama di Cina sebagai a High-tech Listed Company in the Integration of LED Industry Chain (sampai sekarang). Prestasi yang terus dicapai tersebut menjadikan Nationstar di provinsi Guangdong sebagai model perusahaan yang berhasil melakukan transformasi dan peningkatan kinerja.

 

Pada saat ini, Nationstar telah memiliki 300 paten dengan dukungan SdM berpendidikan tinggi lokal maupun nasional. Nationstar tetap fokus pada memperkuat dan memperbesar bisnis utamanya yaitu chips package, disamping akan lebih mengintegrasikan industri hulu (upstream) dan industri hilir (downstream) agar dapat memperkuat industri antaranya (midstream). Kapasitas produksi Nationstar saat ini sangat besar terdiri dari Lampu LED 30 juta per bulan, Chips LED 50 juta per bulan, TOP LED 2 milyar per bulan, dan High Power LED 3 juta per bulan. Kapastias produksi tersebut didukung oleh mesin High-speed Die-bonding, Multi-arc wire bonding, Eutectic bonding, Conformal phospor coating, Precise dispensing, Accurate binning, Rapid phospor setting, Planar array molding dan tentunya Advanced LED packaging technologies. Informasi tersebut secara terbuka dapat dilihat pada saat tim berada didalam ruang display perusahaan dan pada saat berkeliling melihat proses produksi.

Setelah satu jam berkeliling pabrik Nationstar dan makan siang, tim melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu lokasi pusat penjualan lampu LED di kota Guzhen. Guzhen memang dikenal sebagai China  Lighting Capital yang mempunyai luas 47,8 km2  yang dihuni oleh 70.000 sampai 100.000 penduduk dan berbatasan dengan Hongkong dan Makau.

thumb_TOT_4050_1024
Terdapat 5000 perusahaan lampu melibatkan labih daripada 70.000 orang, sehingga dapat dikatakan seluruh penduduk kota Guzhen bekerja atau terlibat dalam bisnis lampu. Oleh karena itu wajar apabila 60% pasar domestik China dipasok dari kota Guzhen dan banyak tempat yang dapat dilihat di Guzhen sebagai representasi dari julukan China Lighting Capital.

IMG-20150618-WA0027

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah suatu kawasan pertokoan bernama Ruifeng International LED Accessories City. Begitu masuk kawasan tersebut kita sudah dapat melihat semua toko menawarkan mulai dari lampu LED jadi yang siap nyala sampai semua komponen lampu yang siap dirakit menjadi lampu LED. Berbagai bentuk/model tutup lampu ditawarkan sebagai bagian pemecaha cahaya/ difuser dari bahan palstik. Demikian pula bermacam kapasitas Board LED yang tergantung dari besar dan banyak nya emitter sebagai sumber cahaya lampu LED secara terpisah ditempatkan. Suatu yang menarik dan cukup membuat kita menjadi lebih terpesona dengan apa yang ditawarkan adalah selain komponen yang siap kita rakit sendiri, toko juga menawarkan kardus karton siap pakai sebagai pembungkus lampu LED, lengkap dengan keterangan umum yang diperlukan layaknya kita beli lampu dari toko. Jadi memasuki kawasan tersebut mengingatkan penulis daerah Glodok di Jakarta untuk berbagai alat dan peralatan elektronika.

thumb_TOT_4044_1024

Dari hasil kunjungan tersebut penulis mempunyai catatan bahwa sejak awal pembangunan ekonomi yang disusun dan dilaksanakan oleh pemerintah semua diawali dengan bahwa potensi pasar dalam negeri harus sejak dini dikawal dengan baik untuk kesejahteraan bangsanya. Caranya adalah tidak ada kata yang baik selain “pasar dalam negeri harus menjadi basis pembangunan industri dalam negeri” bukan sebaliknya membiarkan pasar dalam negeri terbuka , dinikmati dengan bebas oleh bangsa lain, karena ingin mendapat pujian sebagai negara yang sudah globalisasi . Industri yang kuat dan besar memberi lapangan pekerjaan kepada rakyatnya, membebaskan diri dari ketergantungan negara lain, dan menghemat devisa. Program keunggulan daerah didukung oleh SdM yang mengelolanya dan fokus pada potensi dasar yang dimiliki, tidak ikut-ikutan keberhasilan daerah lain yang belum tentu lebih baik hasilnya, bahkan bisa saling mematikan, yang pada akhirnya tidak jadi semuanya. Industri Cina bukan harus jadi saingan, akan tetapi keunggulan yang bangsa Indonesia miliki saat ini kita tawarkan untuk membangun industri di dalam negeri dengan keunggulan yang perusahaan Cina miliki. Semoga

thumb_TOT_4045_1024