Category Archives: Edukasi

Luminer LED / Non LED – Magun, PJU, Tanam, Sorot, Portabel, Lampu Tidur dan Rantai Cahaya. (High/Low Bay, Tunnel, Down Light, Flood Light, Candlier, Chain light, Sleeping Light)

Luminer LED dan non LED

Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah meluncurkan Standar untuk luminer LED dengan nomor SNI IEC 60598:2016. SNI ini merupakan standar adopsi penuh dari IEC 60598:2015.

Kementerian ESDM saat ini telah memberlakukan secara wajib SNI IEC 60598:2016 series sejak Januari 2018 melalui PerMen ESDM no. 2 tahun 2018 1 April 2021 melalui Peraturan Menteri ESDM no. 7 tahun 2021. Tujuh (7) kategori luminer yang beredar di Indonesia harus bertanda SNI (dengan kode HS 9405.XX.XX). 

  1. SNI IEC 60598-1:2016 mengenai Luminer – Bagian 1: Persyaratan Umum dan Pengujian.
  2. SNI 04-6973.2.1-2005 mengenai Luminer – Bagian 2-1: Persyaratan Khusus – Luminer Magun Kegunaan Umum.
  3. SNI IEC 60598-2.2:2016 mengenai Luminer – Bagian 2-2: Persyaratan Khusus – Luminer Tanam.
  4. SNI IEC 60598-2-3:2016 mengenai Luminer – Bagian 2-3: Persyaratan Khusus – Luminer untuk Pencahayaan Jalan.
  5. SNI IEC 60598-2-4:2016 mengenai Luminer – Bagian 2-3: Persyaratan Khusus – Luminer Porabel.
  6. SNI IEC 60598-2-5:2016 mengenai Luminer – Bagian 2-5: Persyaratan Khusus – Luminer Lampu Sorot.
  7. SNI IEC 60598-2-12:2016 mengenai Luminer – Bagian 2-12: Persyaratan Khusus – Luminer Lampu Tidur.
  8. SNI IEC 60598-2-20:2012 mengenai Luminer – Bagian 2-20: Persyaratan Khusus – Luminer Rantai Cahaya.

Pengecualian terhadap produk Luminer diantaranya adalah untuk Lampu Luminer Portabel pada mainan anak, lampu tangan, kemudian Lampu Tanam untuk pengalir udara, berpendingin cair, serta Lampu Tidur untuk penggunaan surveilance. Untuk lengkapnya dapat dilihat pada lampiran IV Peraturan Menteri ESDM 7/2021 tersebut.

Namun dalam Peraturan Menteri ini tidak dijelaskan adanya skema dukungan atau pengecualian atas lingkup produk yang diproduksi oleh UMKM, sehingga UMKM yang belum mampu mensertifikasi SNI untuk produknya, akan mendapat kesulitan dalam memasarkan produk luminernya, serta jika tidak disertai tanda SNI, maka dapat dikategorikan pelanggaran hukum.

Lembaga Sertifikasi Produk(LS Pro) yang dapat menerbitkan SNI, sudah tersedia di beberapa LS-Pro, namun laboratorium pengujian yang dapat melakukan pengujian Luminer di dalam negeri hanya Lab Uji PT. Sucofindo dan PT. Qualis.

Peleburan NRP menjadi NPB mulai 1 Desember 2019

Merdeka.com – Kementerian Perdagangan melakukan simplifikasi pendaftaran Nomor Registrasi Produk (NRP) dengan meleburnya ke dalam Nomor Pendaftaran Barang (NPB). Selain itu, pendaftaran NPB juga bisa dilakukan secara online.

Proses ini bisa dilakukan di portal Sistem Informasi dan Manajemen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (SIMPKTN). Sistem ini diharapkan membantu pelaku usaha dari daerah yang ingin membuat NPB tanpa perlu datang jauh-jauh ke kantor di Jakarta.

Lebih lengkapnya dapat dibaca pada tautan dibawah ini.

https://www.merdeka.com/uang/1-desember-2019-pembuatan-nomor-pendaftaran-barang-bisa-dilakukan-online.html
http://simpktn.kemendag.go.id/#

Pengurusan Perijinan Satu Pintu melalui Online Single Submission

Pemerintah baru saja meluncurkan program baru untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan bisnis di Indonesia dengan meluncurkan portal Online Single Submission (OSS). Dengan menggunakan OSS ini, pelaku usaha dapat melakukan pengurusan perijinan secara online dan hanya dengan mengakases oss.go.id, dan jika seluruh kelengkapan telah ada, proses submission dapat selesai hanya dalam 5 menit.  Diharapkan terobosan dalam proses perijinan ini dapat berjalan dengan baik.

Data 10 Top LED Chip/Package dan 10 Top Merek Produsen Lampu LED

Produsen Lampu LED dengan berbagai macam merek dagang, tentunya menggunakan komponen LED Chip / LED Package dari produsen yang sesuai dengan karakter lampu yang diinginkan.

Untuk mengetahui produsen LED Chip/ LED package yang umum digunakan dalam lampu LED, maka dalam beberapa tabel dibawah ini dipaparkan 10 perusahaan teratas yang mensuplai LED Chip / LED Package ke berbagai produsen lampu LED.

Ranking berdasarkan pendapatan market Global tahun 2014 & 2015

Untuk Merek produsen Lampu LED yang menguasai pasar dunia yang dilihat dari jumlah penjualan di tahun 2014 ( Quarter 2 dan 3) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Bagaimana Jepang, India dan Malaysia menerapkan program LED di negaranya?

Hampir seluruh negara melakukan penghematan energi dan penurunan emisi karbon melalui penggunaan lampu LED. Pemerintah Jepang, India dan Malaysia melakukannya melalui beberapa tahapan yang terencana, baik dari sisi kebijakan, penetrasi pasar, proyek percontohan, dukungan terhadap industri, serta insentif kepada masyarakat dan industri hulu.

Bagaimana dengan Indonesia? Dengan mengamati pengalaman penerapan di negara tersebut, Gamatrindo tentunya akan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan rencana kebijakan yang berorientasi penghematan energi yang berwawasan pengembangan industri dalam negeri yang mensejahterakan rakyat.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tautan berikut:

http://www.ledinside.com/outlook/2015/10/evaluation_of_led_policies_in_japan_india_and_malaysia

Lampu masa depan : Bola Lampu Grafina (Graphene)

Lupakan lampu LED … dimasa depan, pencahayaan anda dapat dibuat dari karbon. Peneliti dari Columbia University telah mengembangkan sebuah chip bola lampu yang super panas dari bahan grafina (graphene) untuk menghasilkan pencahayaan. Dengan menggunakan konsep dasar yang sama seperti yang anda lihat dalam lampu pijar, filamen grafina hanya setebal satu atom – ini adalah lampu tertipis di dunia, dan mungkin menjadi yang tertipis yang dapat dibuat. Lampu ini juga transparan, yang bisa artinya bisa tembus pandang.

Teknologi ini harus bisa memiliki kegunaan diluar pencahayaan juga. Membangkitkan jenis panas semacam ini pada skala yang kecil dapat menyebabkan “pelat mikro-panas” yang memanaskan bahan kimia untuk mempelajari reaksi kimia. Juga, menciptakan cahaya pada skala ini adalah kunci untuk mengembangkan prosesor fotonik yang jauh lebih cepat daripada chip konvensional. Cahaya akan diperlukan untuk menghidupkan dan mematikan yang jauh lebih cepat untuk penggunaan komputasi, dan itu adalah kemungkinan yang realistis.

sumber: http://www.engadget.com/2015/06/17/graphene-light-bulb/?ncid=rss_truncated

 

Industri Hijau

Undang-undang No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian telah disahkan menggantikan Undang-undang No.54 Tahun 2004 tentang Perindustrian, yang sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan dan pengaruh external yang jauh lebih dinamis. Dalam UU. No.3 tersebut diamanahkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan Perindustrian salah satu tujuannya adalah pembangunan industry hijau yang berwawasan lingkungan , dan efisien dalam penggunaan sumberdaya  alam  serta bermanfaat bagi masyarakat. Agar pembangunan industri hijau berkembang terus, maka Kementerian Perindustrian memberikan anugrah kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan sebagai  Industri Hijau, yang telah dimulai sejak tahun 2010. Kali ini pemberian penghargaan  diberikan kepada penerima sesuai Peraturan Menteri Perindustrian No, 054/M-IND/Per/2011.

Pada tanggal 25 Pebruari 20115, panitia telah menyelenggarakan launching Penghargaan Industri Hijau Tahun 2015 di lantai 2 Kementerian Perindustrian, yang kali ini dibuka oleh Sekjen Kementrian Perindustrian, selaku Pelaksana Tugas Ka BPPI. Kehadiran GAMATRINDO pada acara tersebut, diwakili oleh pengurus di Jakarta.

Pendaftaran perusahaan sebagai peserta industri hijau dibuka sejak tanggal 25 Pebruari  s/d 25 Maret 2015. Dalam acara tanya jawab, timbul satu pertanyaan yang cukup menarik yaitu perihal manfaat apa yang dapat diterima oleh perusahaan penerima penghargaan sebagai industri hijau. Dalam hal ini Kementerian Perindustrian sedang mendalami kemungkinan adanya pemberian insentif yang menarik bagi perusahaan agar terdorong untuk menjadi industri. Ini tugas kementerian untuk memberikan kebijakan yang juga memberi manfaat bagi pertumbuhan industri nasional di dalam suasana persaingan dan era keterbukaan arus barang dan jasa yang semakin ketat. Setiap kebijakan yang pertama kali  merasakan dampaknya adalah industri dalam negeri, sehingga seyogyanya setiap kebijakan agar dirumuskan mempunyai dampak positif bagi pertumbuhan industri domestik bukan menambah beban.