All posts by gamatrin

Peleburan NRP menjadi NPB mulai 1 Desember 2019

Merdeka.com – Kementerian Perdagangan melakukan simplifikasi pendaftaran Nomor Registrasi Produk (NRP) dengan meleburnya ke dalam Nomor Pendaftaran Barang (NPB). Selain itu, pendaftaran NPB juga bisa dilakukan secara online.

Proses ini bisa dilakukan di portal Sistem Informasi dan Manajemen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (SIMPKTN). Sistem ini diharapkan membantu pelaku usaha dari daerah yang ingin membuat NPB tanpa perlu datang jauh-jauh ke kantor di Jakarta.

Lebih lengkapnya dapat dibaca pada tautan dibawah ini.

https://www.merdeka.com/uang/1-desember-2019-pembuatan-nomor-pendaftaran-barang-bisa-dilakukan-online.html
http://simpktn.kemendag.go.id/#

Pengurusan Perijinan Satu Pintu melalui Online Single Submission

Pemerintah baru saja meluncurkan program baru untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan bisnis di Indonesia dengan meluncurkan portal Online Single Submission (OSS). Dengan menggunakan OSS ini, pelaku usaha dapat melakukan pengurusan perijinan secara online dan hanya dengan mengakases oss.go.id, dan jika seluruh kelengkapan telah ada, proses submission dapat selesai hanya dalam 5 menit.  Diharapkan terobosan dalam proses perijinan ini dapat berjalan dengan baik.

Data 10 Top LED Chip/Package dan 10 Top Merek Produsen Lampu LED

Produsen Lampu LED dengan berbagai macam merek dagang, tentunya menggunakan komponen LED Chip / LED Package dari produsen yang sesuai dengan karakter lampu yang diinginkan.

Untuk mengetahui produsen LED Chip/ LED package yang umum digunakan dalam lampu LED, maka dalam beberapa tabel dibawah ini dipaparkan 10 perusahaan teratas yang mensuplai LED Chip / LED Package ke berbagai produsen lampu LED.

Ranking berdasarkan pendapatan market Global tahun 2014 & 2015

Untuk Merek produsen Lampu LED yang menguasai pasar dunia yang dilihat dari jumlah penjualan di tahun 2014 ( Quarter 2 dan 3) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Bagaimana Jepang, India dan Malaysia menerapkan program LED di negaranya?

Hampir seluruh negara melakukan penghematan energi dan penurunan emisi karbon melalui penggunaan lampu LED. Pemerintah Jepang, India dan Malaysia melakukannya melalui beberapa tahapan yang terencana, baik dari sisi kebijakan, penetrasi pasar, proyek percontohan, dukungan terhadap industri, serta insentif kepada masyarakat dan industri hulu.

Bagaimana dengan Indonesia? Dengan mengamati pengalaman penerapan di negara tersebut, Gamatrindo tentunya akan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan rencana kebijakan yang berorientasi penghematan energi yang berwawasan pengembangan industri dalam negeri yang mensejahterakan rakyat.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tautan berikut:

http://www.ledinside.com/outlook/2015/10/evaluation_of_led_policies_in_japan_india_and_malaysia

Presiden Bahas Penguatan Pencegahan Penyelundupan

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo membahas penguatan pencegahan penyelundupan yang rentan terjadi di sejumlah wilayah melalui penegakan hukum.

“Saya ingin agar aksi di lapangan betul-betul konkret karena peredaran produk hasil penyelundupan ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga bisa mematikan industri-industri nasional kita,”

kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, saat membuka rapat terbatas mengenai masalah penyelundupan.

Menurut Jokowi, aparat pemerintah dan penegak hukum sudah mengetahui peta kerawanan dan situasi di lapangan mengenai penyelundupan itu.

Pemerintah ingin ruang gerak penyelundupan dibatasi sekecil mungkin dengan membangun sistem pencegahan dan pengawasan secara efektif.

Kepala Negara juga kembali menegaskan agar pengawasan di lapangan diberikan prioritas, khususnya di sejumlah titik rawan penyelundupan.

“Yang ketiga terkait dengan penegakan hukum, sekali lagi minta lebih tegas, lebih konsisten, lebih keras dan dilakukan secara terus menerus,” tegas Jokowi.

Kepala Negara meminta Polri dan Kejaksaan Agung untuk selalu mendukung penuh penegakan hukum bagi setiap kasus penyelundupan yang terjadi.

“Tindak tegas aparat yang bermain di penyelundupan, terutama yang menjadi backing. Semuanya harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Presiden.

Sejumlah pejabat negara yang hadir dalam rapat tersebut yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sumber: Antaranews.

 

Rapat di kementerian ESDM untuk maksimalisasi penggunaan LED

Pada tanggal 2 Agustus 2016 Pada tanggal 2 Agustus 2016 Direktur Konservasi Energi, Kementrian ESDM melakukan rapat pembahasan memaksimalkan benefit penggunaan lampu LED untuk penerangan. Pengurus GAMATRINDO menghadiri rapat tersebut bersama asosiasi lampu lannya beserta wakil Kementerian lainnya. Dalam penjelasan awal ditegaskan bahwa dalam menerbitkan kebijakan tentang pemanfaatan lampu LED, harus dihindari terjadinya pasar dalam negeri dibanjiri produk impor sebagai akibat adanya kebijakan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bahwa  terjadi defisit neraca perdagangan karena banyaknya produk yang diimpor dibandingkan produksi dalam negeri, yang diakibatkan kurang kuatnya industri di antara hulu dan hilir (seperti industri komponen).

Membanjirnya produk impor akibat terbitnya kebijakan tersebut akan menjadi proses terjadi pengulangan kasus SNI secara wajib untuk lampu CFL. Sampai industri dalam negeri bertumbangan satu-persatu. Pada kesempatan rapat tersebut GAMATRINDO menyampaikan usulan seperti yang tertulis kepada Direktur Konservasi Energi untuk bahan masukan dan bahan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Jangan ada kebijakan yang kontraproduktif, untuk itu perlu dilakukan pembahasan secara holistic dengan melibatkan industri lampu dalam negeri secara aktif dan partisipatif dalam setiap perumusan kebijakan.
  2. Setiap kebijakan agar mendahulukan kepentingan investasi dan pertumbuhan industri lampu dalam negeri daripada mendahulukan kebutuhan lampu LED sesaat tetapi menghambat dan mematikan industri lampu dalam negeri.
  3. Dalam rangka program GERAKAN HEMAT ENERGI POTONG 10% oleh Kementrian ESDM, mengusulkan adanya program penggantian lampu disemua gedung Pemerintah dan lampu penerangan jalan umum dengan menggunakan lampu hemat energy berteknologi LED yang menggunakan APBN/APBD. Untuk itu perlu mendahulukan produk lampu LED buatan dalam negeri sesuai dengan Perpres. No.4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat atas Perpres. No. 54 Tahun 2010.
  4. Dalam rangka pengawasan impor lampu, agar segera penggunaan No.HS yang spesifik untuk impor lampu LED (GAMATRINDO sudah memberi surat usulan ke Kemenperin).
  5. Untuk dapat menerapkan standar lampu LED perlu didahului dengan program penerapan secara sukarela sebagai tahap mempersiapkan industri lampu dalam negeri. Dan dalam waktu bersamaan ada program mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta fasilitas uji LPK beserta kelengkapannya.
  6. Diperlukan kehati-hatian dalam menerbitkan kebijakan SNI wajib. Untuk itu perlu melakukan analisis dampak penerapan SNI wajib secara komprehensif dan membangun kesamaan persepsi diantara semua pemangku kepentingan yaitu menumbuhkan industri dalam negeri (bukan membinasakan) untuk kemandirian dengan mengurangi ketergantungan impor.
  7. Memberikan fasilitas insentif investasi (tax allowance, tax holiday atau R&D deductible tax) untuk menumbuhkan industri komponen di dalam negeri..

Dalam diskusi ada beberapa catatan yaitu adanya kesamaan cara pandang dengan Alindo (Asosiasi Luminer Indonesia) tentang industri lampu dalam negeri agar menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri. Alindo dan GAMATRINDO sependapat agar anggota masing-masing, sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing untuk difasilitasi  saling melengkapi. Oleh karena itu, anggota GAMATRINDO dapat menindak lanjuti dengan memfinalisasi konsep pembobotan TKDN, untuk dibahas bersama dengan asosiasi lain sebelum disampaikan kepada Pemerintah. Dalam waktu dekat GAMATRINDO berencana membuka komunikasi dengan Alindo beserta anggotanya dengan melakukan pertemuan perkenalan diantara anggota masing-masing. Kesamaan pandangan diantara pelaku usaha akan menghasilkan kekuatan untuk melawan serbuan lampu impor dan mengamankan persaingan sehat dipasar lokal. Semoga.

“Industry Meet” for ACREX 2017

Pelaku usaha di India setiap tahun mengadakan pameran dan kerjasama antar industri yang bertaraf Internasional yang rencananya akan diadakan pada bulan Februari 2017 di kota New Delhi melalui ACREX 2017, yang didukung oleh Nurnberg Mess Jerman sebagai penyelenggaranya. Pada kegiatan tersebut juga akan menampilkan pavilion Smart Building,  dimana GAMATRINDO dapat berpartisipasi untuk mengembangkan pasar lampu melalui smart lighting untuk pasar ekspor.

Untuk membuka komunikasi yang lebih baik dengan pihak industri dan pebisnis di India, GAMATRINDO telah menghadiri acara presentasi dan diskusi yang dilaksanakan di Hotel Lumire Jakarta pada tanggal 21 Juli 2017. Diharapkan dengan terbukanya komunikasi dengan pihak industri dan pebisnis dari negara lain, dapat membuka dan mengembangkan pasar ekspor lampu Indonesia.