All posts by gamatrin

Pengurusan Perijinan Satu Pintu melalui Online Single Submission

Pemerintah baru saja meluncurkan program baru untuk mempermudah pelaku usaha dalam melakukan bisnis di Indonesia dengan meluncurkan portal Online Single Submission (OSS). Dengan menggunakan OSS ini, pelaku usaha dapat melakukan pengurusan perijinan secara online dan hanya dengan mengakases oss.go.id, dan jika seluruh kelengkapan telah ada, proses submission dapat selesai hanya dalam 5 menit.  Diharapkan terobosan dalam proses perijinan ini dapat berjalan dengan baik.

Data 10 Top LED Chip/Package dan 10 Top Merek Produsen Lampu LED

Produsen Lampu LED dengan berbagai macam merek dagang, tentunya menggunakan komponen LED Chip / LED Package dari produsen yang sesuai dengan karakter lampu yang diinginkan.

Untuk mengetahui produsen LED Chip/ LED package yang umum digunakan dalam lampu LED, maka dalam beberapa tabel dibawah ini dipaparkan 10 perusahaan teratas yang mensuplai LED Chip / LED Package ke berbagai produsen lampu LED.

Ranking berdasarkan pendapatan market Global tahun 2014 & 2015

Untuk Merek produsen Lampu LED yang menguasai pasar dunia yang dilihat dari jumlah penjualan di tahun 2014 ( Quarter 2 dan 3) dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Bagaimana Jepang, India dan Malaysia menerapkan program LED di negaranya?

Hampir seluruh negara melakukan penghematan energi dan penurunan emisi karbon melalui penggunaan lampu LED. Pemerintah Jepang, India dan Malaysia melakukannya melalui beberapa tahapan yang terencana, baik dari sisi kebijakan, penetrasi pasar, proyek percontohan, dukungan terhadap industri, serta insentif kepada masyarakat dan industri hulu.

Bagaimana dengan Indonesia? Dengan mengamati pengalaman penerapan di negara tersebut, Gamatrindo tentunya akan menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan rencana kebijakan yang berorientasi penghematan energi yang berwawasan pengembangan industri dalam negeri yang mensejahterakan rakyat.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tautan berikut:

http://www.ledinside.com/outlook/2015/10/evaluation_of_led_policies_in_japan_india_and_malaysia

Presiden Bahas Penguatan Pencegahan Penyelundupan

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo membahas penguatan pencegahan penyelundupan yang rentan terjadi di sejumlah wilayah melalui penegakan hukum.

“Saya ingin agar aksi di lapangan betul-betul konkret karena peredaran produk hasil penyelundupan ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga bisa mematikan industri-industri nasional kita,”

kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, saat membuka rapat terbatas mengenai masalah penyelundupan.

Menurut Jokowi, aparat pemerintah dan penegak hukum sudah mengetahui peta kerawanan dan situasi di lapangan mengenai penyelundupan itu.

Pemerintah ingin ruang gerak penyelundupan dibatasi sekecil mungkin dengan membangun sistem pencegahan dan pengawasan secara efektif.

Kepala Negara juga kembali menegaskan agar pengawasan di lapangan diberikan prioritas, khususnya di sejumlah titik rawan penyelundupan.

“Yang ketiga terkait dengan penegakan hukum, sekali lagi minta lebih tegas, lebih konsisten, lebih keras dan dilakukan secara terus menerus,” tegas Jokowi.

Kepala Negara meminta Polri dan Kejaksaan Agung untuk selalu mendukung penuh penegakan hukum bagi setiap kasus penyelundupan yang terjadi.

“Tindak tegas aparat yang bermain di penyelundupan, terutama yang menjadi backing. Semuanya harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Presiden.

Sejumlah pejabat negara yang hadir dalam rapat tersebut yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sumber: Antaranews.

 

Rapat di kementerian ESDM untuk maksimalisasi penggunaan LED

Pada tanggal 2 Agustus 2016 Pada tanggal 2 Agustus 2016 Direktur Konservasi Energi, Kementrian ESDM melakukan rapat pembahasan memaksimalkan benefit penggunaan lampu LED untuk penerangan. Pengurus GAMATRINDO menghadiri rapat tersebut bersama asosiasi lampu lannya beserta wakil Kementerian lainnya. Dalam penjelasan awal ditegaskan bahwa dalam menerbitkan kebijakan tentang pemanfaatan lampu LED, harus dihindari terjadinya pasar dalam negeri dibanjiri produk impor sebagai akibat adanya kebijakan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan bahwa  terjadi defisit neraca perdagangan karena banyaknya produk yang diimpor dibandingkan produksi dalam negeri, yang diakibatkan kurang kuatnya industri di antara hulu dan hilir (seperti industri komponen).

Membanjirnya produk impor akibat terbitnya kebijakan tersebut akan menjadi proses terjadi pengulangan kasus SNI secara wajib untuk lampu CFL. Sampai industri dalam negeri bertumbangan satu-persatu. Pada kesempatan rapat tersebut GAMATRINDO menyampaikan usulan seperti yang tertulis kepada Direktur Konservasi Energi untuk bahan masukan dan bahan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Jangan ada kebijakan yang kontraproduktif, untuk itu perlu dilakukan pembahasan secara holistic dengan melibatkan industri lampu dalam negeri secara aktif dan partisipatif dalam setiap perumusan kebijakan.
  2. Setiap kebijakan agar mendahulukan kepentingan investasi dan pertumbuhan industri lampu dalam negeri daripada mendahulukan kebutuhan lampu LED sesaat tetapi menghambat dan mematikan industri lampu dalam negeri.
  3. Dalam rangka program GERAKAN HEMAT ENERGI POTONG 10% oleh Kementrian ESDM, mengusulkan adanya program penggantian lampu disemua gedung Pemerintah dan lampu penerangan jalan umum dengan menggunakan lampu hemat energy berteknologi LED yang menggunakan APBN/APBD. Untuk itu perlu mendahulukan produk lampu LED buatan dalam negeri sesuai dengan Perpres. No.4 Tahun 2015 tentang perubahan keempat atas Perpres. No. 54 Tahun 2010.
  4. Dalam rangka pengawasan impor lampu, agar segera penggunaan No.HS yang spesifik untuk impor lampu LED (GAMATRINDO sudah memberi surat usulan ke Kemenperin).
  5. Untuk dapat menerapkan standar lampu LED perlu didahului dengan program penerapan secara sukarela sebagai tahap mempersiapkan industri lampu dalam negeri. Dan dalam waktu bersamaan ada program mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta fasilitas uji LPK beserta kelengkapannya.
  6. Diperlukan kehati-hatian dalam menerbitkan kebijakan SNI wajib. Untuk itu perlu melakukan analisis dampak penerapan SNI wajib secara komprehensif dan membangun kesamaan persepsi diantara semua pemangku kepentingan yaitu menumbuhkan industri dalam negeri (bukan membinasakan) untuk kemandirian dengan mengurangi ketergantungan impor.
  7. Memberikan fasilitas insentif investasi (tax allowance, tax holiday atau R&D deductible tax) untuk menumbuhkan industri komponen di dalam negeri..

Dalam diskusi ada beberapa catatan yaitu adanya kesamaan cara pandang dengan Alindo (Asosiasi Luminer Indonesia) tentang industri lampu dalam negeri agar menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri. Alindo dan GAMATRINDO sependapat agar anggota masing-masing, sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing untuk difasilitasi  saling melengkapi. Oleh karena itu, anggota GAMATRINDO dapat menindak lanjuti dengan memfinalisasi konsep pembobotan TKDN, untuk dibahas bersama dengan asosiasi lain sebelum disampaikan kepada Pemerintah. Dalam waktu dekat GAMATRINDO berencana membuka komunikasi dengan Alindo beserta anggotanya dengan melakukan pertemuan perkenalan diantara anggota masing-masing. Kesamaan pandangan diantara pelaku usaha akan menghasilkan kekuatan untuk melawan serbuan lampu impor dan mengamankan persaingan sehat dipasar lokal. Semoga.

“Industry Meet” for ACREX 2017

Pelaku usaha di India setiap tahun mengadakan pameran dan kerjasama antar industri yang bertaraf Internasional yang rencananya akan diadakan pada bulan Februari 2017 di kota New Delhi melalui ACREX 2017, yang didukung oleh Nurnberg Mess Jerman sebagai penyelenggaranya. Pada kegiatan tersebut juga akan menampilkan pavilion Smart Building,  dimana GAMATRINDO dapat berpartisipasi untuk mengembangkan pasar lampu melalui smart lighting untuk pasar ekspor.

Untuk membuka komunikasi yang lebih baik dengan pihak industri dan pebisnis di India, GAMATRINDO telah menghadiri acara presentasi dan diskusi yang dilaksanakan di Hotel Lumire Jakarta pada tanggal 21 Juli 2017. Diharapkan dengan terbukanya komunikasi dengan pihak industri dan pebisnis dari negara lain, dapat membuka dan mengembangkan pasar ekspor lampu Indonesia.

Kerjasama JICA dan Kementerian Perindustrian dalam Peningkatan Kapasitas Produk LED

JICA KemenperinPada tanggal 19 Juli 2016 pengurus GAMATRINDO menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Kepala Pusat Standardisasi Kemenperin di lantai 20 gedung Kemenperin. Acara tersebut bertujuan untuk membahas rencana bantuan dari pemerintah Jepang melalui lembaga JICA dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan dan menerapkan standar lampu LED, baik lampu LED untuk rumah tangga, maupun LED untuk penerangan lampu jalan atau LED luminer. Seperti diketahui bahwa pada saat ini sudah terbit standar nasional untuk lampu LED yaitu SNI IEC 62560 : 2015 untuk LED Swabalas dan SNI IEC seri 60598 : 2016 untuk LED Luminer. Kedua SNI tersebut merupakan hasil adopsi sepenuhnya dari standar IEC.

Tujuan dari kerjasama pemerintah Jepang dengan Kemenperin tersebut dimaksudkan untuk:

  • Mengkaji kembali apakah SNI yang saat ini adopsi penuh dari ICE sudah mampu diterapkan dan sesuai untuk pasar di Indonesia.
  • Meningkatkan kemampuan Laboratorium Uji agar mampu melakukan pengujian LED secara penuh di Indonesia.
  • Membantu dalam pengaturan barang beredar, dimana produk lampu saat ini masih dipenuhi oleh barang non-standar.
  • Meningkatkan kerjasama antara industri dalam negeri dan industri di Jepang.

Kerjasama ini direncanakan akan berjalan selama 3 tahun dalam bentuk capacity building dan bantuan peralatan uji.

Dari hasil diskusi dalam acara tersebut, cukup menarik bagi GAMATRINDO adalah bagaimana proses penerapan standar yang berlaku di negara industri seperti Jepang, serta diharapkan dapat diperoleh informasi / best practice yang bermanfaat sebagaimana telah dilakukan di Jepang, apalagi pemenang nobel bidang fisika diberikan kepada ilmuwan Jepang Profesor Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura atas keberhasilannya mengembangkan lampu LED.

Menurut pemaparan yang disampaikan oleh tim JICA bahwa industri LED di Jepang bersama pemerintahnya mengembangkan standar lampu LED yang disesuaikan dengan kondisi dan karakter negara Jepang. Hal ini terjadi karena banyak hal yang masih perlu penjelasan dan masih terlalu melebar aspek-aspek yang ada di dalam standar IEC. Sedangkan perkembangan teknologi LED untuk lampu LED sangat dinamis dan unik sehingga setiap saat selalu berkembang yang tidak mungkin dapat ditampung oleh suatu standar yang ada sebelumnya.

Pada saat ini Jepang sedang menguji semacam uji public terhadap standar yang dikembangkan. Pemerintah Jepang sangat berkepentingan dengan pertumbuhan industri di negaranya, sehingga pihak Jepang mengajak keterlibatan pihak industri dalam menyusun regulasi. Jangan sampai penerbitan regulasi justru akan mematikan industri dalam negeri, karena regulasinya tidak tepat. Pihak JICA pun memahami bahwa pemberlakuan secara wajib harus dilandasi dengan kajian yang mendalam dan tidak tergesa – gesa.

Belajar dari pengalaman penerapan standar dari suatu negara industri seperti Jepang tersebut, pengurus GAMATRINDO dan anggota sudah berungkali melakukan pertemuan dan pembahasan dengan Lembaga Uji tentang wacana penerapan standar. Disamping itu, GAMATRINDO juga sudah beberapa kali memberikan usulan secara tertulis ke berbagai instansi pemerintah terkait.

Penerapan standar untuk lampu LED ini diharapkan dapat menghindari pengulangan kegagalan dalam penerapan standar lampu LHE/CFL. Diperlukan kesiapan tidak hanya semena-mena sektor industri dan lembaga uji saja, tetapi dukungan dari sektor lain yang terkait sangat diperlukan, agar tercipta iklim usaha yang kondusif dan terjadi persaingan yang fair.

Industri lampu dalam negeri sangat membantah bila dikatakan manja. Selama ini tidak ada fasilitas pemerintah yang diberikan dan dapat dimanfaatkan oleh industri lampu dalam negeri. Dengan segala upaya dan dengan “berdarah-darah” anggota GAMATRINDO masih dapat bertahan dan konsisten mengembangkan industrinya di dalam negeri. Dibandingkan sudah berapa produsen lampu merek terkenal yang berguguran dan hengkang dari Indonesia. Semoga rencana bantuan dari pemerintah Jepang dapat bermafaat bagi pertumbuhan industri lampu di dalam negeri dan tentunya GAMATRINDO akan mendukung sepenuhnya sepanjang akan memberi keuntungan kepada industri dalam negeri.  Semoga.