Category Archives: Aktifitas Kerjasama dan Promosi

bimbingan teknis GAMATRINDO kepada LSPro.

Pada tanggal 8 Pebruari 2019 salah satu anggota GAMATRINDO yakni  CV. Sentosa Elektrik, Cimahi telah mengirim staf yang ahli dibidang produksi dan Quality Control untuk memberikan bimbingan kepada staf PT. Sertifikasi Produk Indonesia. Bimbingan tersebut diberikan dalam rangka membangun pemahaman yang sama tentang proses produksi dan QC kepada auditor.  Sehingga akan terbentuk persepsi yang tidak berbeda bila auditor melaksanakan tugas mengaudit perusahaan yang dalam proses sertifikasi. Seperti diketahui PT. Sertifikasi Produk Indonesia telah mendapat akreditasi dari KAN sebagai LSPro diantaranya untuk produk luminer  lampu. Mudah-mudahan kerjasama antara  anggota GAMATRINDO dengan pelaku usaha lain dapat berkembang seirirng dengan semakin ketatnya persaing, tentunya dengan konsep saling menguntungkan dan melengkapi. Semoga.

Kunjungan rombongan industri Taiwan

Foto bersama rombongan industri Taiwan didepan kantor Sekretariat GAMATRINDO (30/10/2018)

Pada tanggal 30 Oktober 2018 bertempat di kantor sekretariat GAMATRINDO, Jl. Tebet Barat I. No.23,  pimpinan GAMATRINDO menerima kunjungan dari rombongan industri Taiwan. Delegasi tersebut terdiri dari perusahaan yang berlokasi di Kawasan industri Export Processing Zone (EPZ) di Kaohsiung, Taiwan. Delegasi sebanyak 27 orang dipimpin oleh Yang Po-Keng, Deputy Director General, Ministry Of Economic Affairs. Sekilas tentang Export Processing Zone,  ternyata EPZ merupakan lambang keberhasilan ekonomi Taiwan. Terdapat  sepuluh EPZ di Taiwan yang telah memberikan kontribusi pembangunan  ekonomi Taiwan termasuk pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri, meningkatkan taraf hidup masyarakat dan reputasi internasional.

Pembangunan industri Taiwan secara umum mempunyai peran penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Melalui kombinasi insentif dari Pemerintah,  kompetensi tenaga kerja, kerjasama teknis dan partner strategis, telah mampu menarik investasi asing beserta teknologi nya.

Diantara rombongan Taiwan tersebut terdapat  satu perusahaan yang sedang membangun pabriknya di Cikarang untuk bidang Geothermal Power Generation, Water Treatment, Maintenance Perkereta-apian, dan Pressure vessel.

Delegasi Taiwan juga didampingi oleh Mochammad Firdaus dari Kabid.Investasi, Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan Sementara itu, dalam penerimaan delegasi Taiwan pengurus harian GAMATRINDO didamping oleh Ali Anwar, Ketua Umum, dan beberapa anggota diantaranya Firmam Saptoadji dari PT. Hikari, Suhartono dari PT. Moradon Berlian Sakti, dan Bardo dari PT. Sinar Angkasa Rungkut.

GAMATRINDO mengharapkan kedatangan delegasi Taiwan membuka mata keberadaan dan potensi industri lampu  di Indonesia dan siap berkolaborasi dengan industri Taiwan yang saling menguntungkan. Tidak hanya memanfaatkan pasar domestik sebagai target pasar industri Taiwan tapi juga membangun industri di Indonesia. Semoga.

workshop penyusunan program ADLIGHT/UNDP.

Presentasi GAMATRINDO di acara workshop Pro Doc ADLIGHT/UNDP, Bogor (19/07/2017)

Sebagai tindaklanjut pertemuan di Bali tanggal 22 Mei 2017, Direktorat Konservasi Energi, Ditjen. Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kemen ESDM bersama UNDP telah mempersiapkan Dokumen Proyek (ProDoc) Advancing Indonesia’s Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT) sebagai bagian dari proses pengajuan hibah Global Environment Facility . Untuk itu, pada tanggal 19-20 Juni 2017 di Bogor, GAMATRINDO diundang untuk memberikan masukan terhadap konsep program yang telah disusun oleh UNDP berdasarkan hasil di Bali. Peserta yang hadir pada kesempatan di Bogor cukup mewakili beberapa institusi pemerintah terkait, termasuk asosiasi lampu lainnya.

GAMATRINDO diberi waktu untuk menyampaikan bahan presentasi yang lebih difokuskan kepada keberhasilan anggota dalam melakukan persaingan dengan importir khususnya untuk pengadaan lampu, disamping mengingatkan kembali tantangan yang dihadapi industri lampu dalam negeri. Pada kesempatan itu, GAMATRINDO juga mempersiapkan souvernir promosi untuk para peserta workshop  tersebut selain menempatkan beberapa produk dan banner.

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan penyusunan Dokumen Proyek yang didalam juga disusun program kerja. Oleh karenanya, GAMATRINDO sangat mengkritisi adanya program kerja tentang penyusunan dan pemberlakuan standar dan MEPS. Karena dalam pertemuan pertama di Bali yang lalu, GAMATRINDO telah menyampaikan bahwa berdasarkan sejarah perjuangan hidup industri lampu nasional, saat ini belum terbentuk ikilim usaha yang baik untuk menerapkan standar lampu. Dan GAMATRINDO sepakat seperti yang disampaikan Direktur Konservasi Energi bahwa jangan sampai regulasi yang dibuat Pemerintah menjadi karpet merah bagi lampu impor. Salah satu hal yang menggembirakan pada workshop di Bogor tersebut, adanya informasi dari wakil Ditjen. Bea Cukai tentang telah dihilangkannya mekanisme impor borongan, yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk lampu impor yang beredar di pasar.

Selanjutnya GAMATRINDO mengharapkan agar diberi kesempatan  untuk mengoreksi program kerja dari Dokumen  Poryek ADLIGHT tersebut sebelum GAMATRINDO memberikan dokumen  Financial Support, sebagai bentuk pengawalan terhadap progam kerja ADLIGHT agar sesuai dengan harapan industri dalam negeri. Namun demikian GAMATRINDO menyampaikan terimakasih telah dilibatkan dalam penyusunan program ADLIGHT, meskipun tidak menggantungkan harapan besar dari program tersebut. Semoga suara industri lampu yang diwakili GAMATRINDO dapat mejadi  bahan masukan dan bahan pertimbangan bagi Pemerintah sehingga industri nasional dapat mengambil manfaat melalui keterlibatan dalam program ADLIGHT/UNDP. Semoga.

Masih adakah setitik cahaya untuk industri lampu dalam negeri.

Sesi diskusi kelompok perumusan masalah (22/05/2017)

Pada tanggal 22 Mei 2017 GAMATRINDO mewakili industri lampu dalam negeri diundang untuk berpartisipasi dalam merumuskan program Efisiensi Energi yang didukung oleh UNDP dan Direktorat Konservasi Energi, Kementerian ESDM. Acara diawali dengan pembukaan oleh Direktur Konservasi Energi, Farida Zed. Dalam sambutan pembukaan, Direktur Konservasi Energi pada prinsipnya bahwa  dalam pelaksanaan progam Efisiensi Energi ini agar menggunakan produksi lampu buatan dalam negeri. Dalam hal ini, GAMATRINDO  sangat mengapresiasi atas dukungan dari Pemerintah untuk pertumbuhan industri dalam negeri dengan memanfaatkan pasar domestik sebagai basis pembangunan. Selanjutnya wakil UNDP menyampaikan maksud dan tujuan program Efisiensi Energi yaitu yang difokuskan penggunaan lampu LED untuk penggunaan umum termasuk lampu pencahayaan jalan umum (PJU). Sehingga diharapkan selain penghematan energi diperoleh juga penghematan anggaran dalam pengelolaan PJU oleh Pemprov dan Pemkab/Pemkot.

Sebelum acara diskusi, GAMATRINDO diberi kesempatan untuk menyampaikan kemampuan dan hambatan  yang dimiliki para anggota dalam memenuhi kebutuhan pasar untuk lampu LED  PJU termasuk  lampu LED  umum. Secara garis besar GAMATRINDO menekankan  bahwa kemampuan industri lampu dalam negeri sudah mampu memasok kebutuhan berbagai jenis lampu LED. Masalah utama yang dihadapi saat ini, adalah pasar lampu LED dalam negeri, khususnya yang menggunakan anggaran Pemerintah belum berpihak kepada produk lokal. Sementara itu, pengadaan barang/jasa Pemerintah telah diatur oleh regulasi yaitu Perpres No.54 Tahun 2010 yang sudah dirubah empat kali. Masih sangat dirasakan sampai saat ini, minimnya keberpihakan Kementerian/Lembaga Pemerintah pusat/daerah kepada lampu buatan dalam negeri. Sehingga untuk dapat bertahan hidup industri lampu dalam negeri harus berjuang sendiri dinegeri sendiri dalam menghadapi tantangan dan permasalahannya dipasar lokal yang sudah sangat terbuka dengan luas bentang wilayah Indonesia yang sangat luar biasa. Sementara itu,  dengan berbagai alasan  banyak K/L dan Pemda/Pemkot melakukan penggantian maupun pemasangan baru lampu PJU lebih banyak menggunakan lampu LED  PJU impor. Salah satu kekuatiran mereka adalah masih meragukan mutu dari produk lokal dibandingkan lampu PJU impor, khususnya produk multinasional.

Dalam era digital ini, Pemerintah juga mengembangkan e-purchase melalui e-katalog. Namun minimnya dukungan dari Pemerintah juga masih tampak kepada industri lokal. Tidak mudah bagi  industri lampu dalam negeri mengakses kedalam portal e-katalog. Dimana dari daftar yang ada tampak yang terlihat lebih didominasi oleh produk lampu impor . Sementara banyak pengadaan lampu LED termasuk PJU oleh Pemda/Pemkot lebih menyukai lewat e-katalog. Sehingga timbul pertanyaan masih adakah harapan untuk mengembangkan industri lampu di negeri sendiri. Mengutip penyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Aryaduta Hotel, Jakarta (27/10/2015) yang sampai saat ini masih relevan bahwa produk dalam negeri masih sulit untuk berdaulat di negeri sendiri. Meskipun perekonomian  dalam negeri saat ini sudah memasuki era perekonomian global, akan tetapi dalam prakteknya di negara maju tetap ada upaya yang boleh dikategorikan sebagai smart policy  tujuan utamanya menghambat impor produk yang sudah diproduksi di negaranya. Jadi seyogyanya bangsa Indonesia tidak perlu takut dan terlalu polos dalam menerapkan globalisasi ekonomi. Jangan sampai karena ketakutan oleh gertakan negara lain, maka pasar domestik hanya menjadi bancakan negara lain. Sementara katanya bangsa Indonesia masih perlu banyak lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu, dalam acara diskusi dan perumusan masalah, GAMATRINDO lebih menekankan bagaimana caranya agar pasar dalam negeri yang  dibawah kendali Pemerintah baik Pemda maupun Pemkot untuk lebih mengutamakan produk lampu dalam negeri. Anggota GAMATRINDO menawarkan keunggulan dalam pelayanan purna jual karena lokasi pabrik ada di wilayah Indonesia selain harga dan mutu dapat bersaing dengan lampu impor.

Acara yang dilaksanakan di Bali tersebut masih tahap awal untuk mendapatkan rumusan yang tepat dalam program Efisiensi Energi melalui penggunaan lampu LED didalam pengelolaan PJU maupun lampu LED untuk umum. Untuk itu, anggota GAMATRINDO agar mulai konsolidasi untuk memperkuat kemampuannya dalam mendukung program Efisiensi Energi tersebut. Semoga setitik cahaya lampu yang tersisa dapat membesar untuk pertumbuhan industri lampu nasional. Semoga.

 

 

Pameran lampu di Hongkong.

Pada tanggal 26-28 Oktober 2016 Ketua Umum GAMATRINDO bersama Ketua Harian dan Sekretaris melakukan perjalanan ke Hongkong untuk melihat pameran Hong Kong International Lighting Fair di HK Convention & Exhibition Center mulai tanggal 27-30 Oktober 2016  dan Hong Kong International Outdoor and Tech Light Expo di Asia World Expo, mulai tanggal 26-29 Oktober 2016. Kedua lokasi pameran satu sama lain mempunyai jarak tempuh dalam waktu ½ jam  dengan berjalan kaki dan naik kereta bawah tanah.

hkg_8041

Pameran dikunjungi oleh ribuan pengunjung setiap harinya. Data perkiraan akan mencapai lebih dari 1 juta orang.. Ribuan calon pembeli atau retailer yang sangat antusias memberi indikasi bahwa eforia terhadap lampu berbasis tekanologi LED masih cukup menjanjikan. Namun kondisi seperti ini dipertanyakan bertahan sampai kapan.

 hkg_8043

Menurut  salah satu anggota GAMATRINDO pameran di Hongkong ini  mempunyai karakter yang berbeda dengan pameran lampu di Guangzhou, Cina.  Hong Kong International Lighting Fair mempunyai buyer yang berasal dari Eropah, sementaa itu.  Guangzhou International Lighting Exhibition mendapat kunjungan pembeli dari Timur Tengah  dan Eropah Timur. Sehingga terbentuk juga adanya perbedaan karakter dan pangsa pasar diantara kedua pameran tersebut.

Salah satu yang menarik dari pameran di Hongkong tersebut adalah terus berkembangnya inovasi dari LED filament yang mempunyai bentuk seperti ulir, tidak hanya lurus panjang. Demikian juga dipamerkan teknologi dari Jepang,  pemberian warna bulb lampu sehingga apabila terjadi listrik padam masih akan tampak warna bulb lampu tersebut.  Untuk lampu jalan semakin banyak inovasi dan kreatifitas yang mempuyai pengaruh kepada penampilannya. Tentunya ini menjadi pendorong bagi industry dalam negeri agar lebih kreatif.

hkg_8062

Salah satu pelaku industry lampu LED di Cina, menyatakan bahwa di negara Cina tidak ada pemberlakuan standar wajib untuk lampu LED bulb. Sementara itu untuk lampu jalan di beberapa stand pameran mendisplay juga sertifikat yang dimilki. Oleh karena itu wacana adanya usulan penerapan SNI LED lampu bulb secara wajib dapat dipertanyakan latar belakang sebenarnya usulan tersebut. Analisis  manfaat dan kondisi  iklim usaha harus di kaji dahulu. Jangan sampai terjadi kembali seperti penerapan SNI lampu CFL secara wajib, dimana yang terjadi impor lampu illegal tetap berjalan, SNI abal-abal tetap beredar, penambahan investasi tidak ada, dan yang terjadi industry lampu dalam negeri bertumbangan. Disamping itu, industry dalam negeri juga masih menghadapi adanya demo akhir tahun untuk masalah kenaikan upah, dan didaerah masih diikuti juga dengan sweeping untuk ikut demo. Semoga Pemerintah dapat memberikan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industry lampu dalam negeri.  Semoga.

Indo LED 2016 di PRJ Kemayoran Jakarta

pameran-okt

Satu lagi kegiatan GAMATRINDO diawal bulan Oktober 2016, tepatnya tanggal 5 – 8 Oktober 2016 dilokasi PRJ Kemayoran Jakarta GAMATRINDO didukung dengan beberapa anggota mengikuti pameran Indo LED 2016. Mengingat keterbatasan yang ada pada anggota, maka GAMATRINDO hanya bisa memanfaatkan fasilitas ruang pamer yang disediakan oleh panitia penyelanggara. Atas dukungan anggota, maka ruang pamer yang terbatas dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun demikian, diluar perkiraan, setelah hari pertama tampaknya para pengunjung mulai tertarik dan mencoba mengenal dengan GAMATRINDO beserta produk lokalnya, khususnya lampu LED. Diharapkan dimasa akan datang kesempatan untuk berpromosi melalui kepesertaan didalam acara pameran dapat lebih optimal lagi dan tentunya lebih baik dan lebih baik dalam penampilannya. Dalam kesempatan ini pengurus GAMATRINDO menyampaikan terimakasih atas fasilitas yang telah diberikan oleh menejemen Krista sebagai penyelenggara pameran, dan semoga sukses dalam penyelenggaraan berikutnya.

“Industry Meet” for ACREX 2017

Pelaku usaha di India setiap tahun mengadakan pameran dan kerjasama antar industri yang bertaraf Internasional yang rencananya akan diadakan pada bulan Februari 2017 di kota New Delhi melalui ACREX 2017, yang didukung oleh Nurnberg Mess Jerman sebagai penyelenggaranya. Pada kegiatan tersebut juga akan menampilkan pavilion Smart Building,  dimana GAMATRINDO dapat berpartisipasi untuk mengembangkan pasar lampu melalui smart lighting untuk pasar ekspor.

Untuk membuka komunikasi yang lebih baik dengan pihak industri dan pebisnis di India, GAMATRINDO telah menghadiri acara presentasi dan diskusi yang dilaksanakan di Hotel Lumire Jakarta pada tanggal 21 Juli 2017. Diharapkan dengan terbukanya komunikasi dengan pihak industri dan pebisnis dari negara lain, dapat membuka dan mengembangkan pasar ekspor lampu Indonesia.

Kerjasama JICA dan Kementerian Perindustrian dalam Peningkatan Kapasitas Produk LED

JICA KemenperinPada tanggal 19 Juli 2016 pengurus GAMATRINDO menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Kepala Pusat Standardisasi Kemenperin di lantai 20 gedung Kemenperin. Acara tersebut bertujuan untuk membahas rencana bantuan dari pemerintah Jepang melalui lembaga JICA dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan dan menerapkan standar lampu LED, baik lampu LED untuk rumah tangga, maupun LED untuk penerangan lampu jalan atau LED luminer. Seperti diketahui bahwa pada saat ini sudah terbit standar nasional untuk lampu LED yaitu SNI IEC 62560 : 2015 untuk LED Swabalas dan SNI IEC seri 60598 : 2016 untuk LED Luminer. Kedua SNI tersebut merupakan hasil adopsi sepenuhnya dari standar IEC.

Tujuan dari kerjasama pemerintah Jepang dengan Kemenperin tersebut dimaksudkan untuk:

  • Mengkaji kembali apakah SNI yang saat ini adopsi penuh dari ICE sudah mampu diterapkan dan sesuai untuk pasar di Indonesia.
  • Meningkatkan kemampuan Laboratorium Uji agar mampu melakukan pengujian LED secara penuh di Indonesia.
  • Membantu dalam pengaturan barang beredar, dimana produk lampu saat ini masih dipenuhi oleh barang non-standar.
  • Meningkatkan kerjasama antara industri dalam negeri dan industri di Jepang.

Kerjasama ini direncanakan akan berjalan selama 3 tahun dalam bentuk capacity building dan bantuan peralatan uji.

Dari hasil diskusi dalam acara tersebut, cukup menarik bagi GAMATRINDO adalah bagaimana proses penerapan standar yang berlaku di negara industri seperti Jepang, serta diharapkan dapat diperoleh informasi / best practice yang bermanfaat sebagaimana telah dilakukan di Jepang, apalagi pemenang nobel bidang fisika diberikan kepada ilmuwan Jepang Profesor Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura atas keberhasilannya mengembangkan lampu LED.

Menurut pemaparan yang disampaikan oleh tim JICA bahwa industri LED di Jepang bersama pemerintahnya mengembangkan standar lampu LED yang disesuaikan dengan kondisi dan karakter negara Jepang. Hal ini terjadi karena banyak hal yang masih perlu penjelasan dan masih terlalu melebar aspek-aspek yang ada di dalam standar IEC. Sedangkan perkembangan teknologi LED untuk lampu LED sangat dinamis dan unik sehingga setiap saat selalu berkembang yang tidak mungkin dapat ditampung oleh suatu standar yang ada sebelumnya.

Pada saat ini Jepang sedang menguji semacam uji public terhadap standar yang dikembangkan. Pemerintah Jepang sangat berkepentingan dengan pertumbuhan industri di negaranya, sehingga pihak Jepang mengajak keterlibatan pihak industri dalam menyusun regulasi. Jangan sampai penerbitan regulasi justru akan mematikan industri dalam negeri, karena regulasinya tidak tepat. Pihak JICA pun memahami bahwa pemberlakuan secara wajib harus dilandasi dengan kajian yang mendalam dan tidak tergesa – gesa.

Belajar dari pengalaman penerapan standar dari suatu negara industri seperti Jepang tersebut, pengurus GAMATRINDO dan anggota sudah berungkali melakukan pertemuan dan pembahasan dengan Lembaga Uji tentang wacana penerapan standar. Disamping itu, GAMATRINDO juga sudah beberapa kali memberikan usulan secara tertulis ke berbagai instansi pemerintah terkait.

Penerapan standar untuk lampu LED ini diharapkan dapat menghindari pengulangan kegagalan dalam penerapan standar lampu LHE/CFL. Diperlukan kesiapan tidak hanya semena-mena sektor industri dan lembaga uji saja, tetapi dukungan dari sektor lain yang terkait sangat diperlukan, agar tercipta iklim usaha yang kondusif dan terjadi persaingan yang fair.

Industri lampu dalam negeri sangat membantah bila dikatakan manja. Selama ini tidak ada fasilitas pemerintah yang diberikan dan dapat dimanfaatkan oleh industri lampu dalam negeri. Dengan segala upaya dan dengan “berdarah-darah” anggota GAMATRINDO masih dapat bertahan dan konsisten mengembangkan industrinya di dalam negeri. Dibandingkan sudah berapa produsen lampu merek terkenal yang berguguran dan hengkang dari Indonesia. Semoga rencana bantuan dari pemerintah Jepang dapat bermafaat bagi pertumbuhan industri lampu di dalam negeri dan tentunya GAMATRINDO akan mendukung sepenuhnya sepanjang akan memberi keuntungan kepada industri dalam negeri.  Semoga.